Lihat danau itu sangat indah
Ombaknya seperti ombak laut
Ikannya sangat banyak
Bapak-bapak yang berjejer dipinggirnya sangat serius
memengangi kail
Rupanya danau itu mereka jadikan tempat
menghilangkan penat
Memang keindahan danau itu tak dapat diragukan lagi
apalagi dipinggirnya tumbuh berjejer pohon jati yang membuat sejuk dan cocok
untuk berteduh sambil
memancing atau untuk sekedar duduk-duduk saja, tapi
sekarang keindahan itu sudah memudar airnya yang bening lama-kelaman berubah menjadi
keruh, penyebabnya penduduk sekitar yang membuang sampah sembarangan ke sungai
dan sampah itu kini tertampung di danau indah itu. Lama-lama kelamaan populasi
ikannyapun semakin memilukan, sekarang orang yang meancing dipinggir danau
sudah jarang mendapatkan ikan, karena ikan-ikan sudah menjadi bangkai akibat
diracun, pelakunya sama yaitu warga sekitar yang menabur racun ikan di hulu
sungai, mereka sepertinya sangat senang melakukan tradisi meraciun ikan, memang
sangat mudah sekali mereka mendapatkan banyak ikan, tapi mereka tidak sadar
racunnya mengalir kedanau ikan-ikan disana jadi ikut kena imbasnya.
Lambat laun kisah masa kecilku yang aku habiskan
dengan memancing, kejar-kejaran sambil mencari keong untuk makanan itiku yang kelaparan dipinggir
danu itu akan menjadi kenangan, sepertinya danau yang dulu indah kini menjadi
lautan yang dipenuhi tanaman air sejenis Eichhornia crassipes. Orang-orang di desaku menyebutnya Eceng
Gondok, tanaman air yang mengapung diatas danau itu populasinya semakin banyak
samapi-sampai air danau tidak kelihatan lagi. Aku sangat sedih sekarang aku
tidak bisa lagi bermain disana danau itu sudah tak indah lagi, tak ada yang mau
mengurusnya lagi, bahkan sekarang menjadi seram, semak belukar dipinggir danau itu membuat aku takut untuk kesana,
ditambah ada bekas penggalian pasir yang amat dalam, aku jadi tambah takut
untuk bermain disana lagi, bahkan kata orang-orang dibekas penggalian pasir yang
berada di sebelah selatan danau itu pernah muncul kura-kura raksasa dan ikan
mas yang besarnya sebesar tubuhku, aku jadi semakin takut untuk kesana.
danau itu sangat tersiksa, sepertinya dia selalu
berteriak kepadaku “tolong aku, jangan biarkan mereka mengotoriku lagi” aku
hanya anak kecil yang tak bisa berbuat apa, tapi danau itu terus merengek “jangan
racun temanku, jangan ambil pasirku, jangan buang sampah ditempatku, jangan
kotori aku” danau indah itu kini berubah menjadi lautan hijauh eceng gondok
dan pingir sebelah kanan danau itu terpampang plang “hati-hati bekas galain
pasir!!!”. Lubang-lubang besar dan dalam dipinggir danau itu terbengkalai
perusahaan yang mengambil pasir disana tak bertanggung jawab, mereka
meninggalkannya begitu saja, dan sekarang lubang-lubang itu sudah terlanjur
terisi air, sangat berbahaya jika ada
orang berenang disana dalamnya mencapai tiga puluh meteran lebih. Dulu waktu
perusahaan penggalian pasir itu beroprasi aku pernah melihat mesin penyedot
pasir yang terbuat dari besi yang di julurkan kebawah dan dibawah ada beberapa
orang bersiap menjalankan tugasnya, ya aku meliah pegawai tambang pasir itu
sangat kecil sekali kalau dilihat dari atas memang cukup dalam dan besar lubang
galian pasir itu, sampai-sampai aku ngeri melihatnya.
Sekarang tinggal bekasnya dan bekasnya itu
meninggalkan ketakutan, aku takut ada orang yang tidak tahu lalu dia berenang
dibekas penggalian itu, karena plang peringatan sepertinya hilang dirusak
seseorang. air bening digalaian itu
menjadi tanda bahwa itu dalam, pinggirnya semak belukar menjadi tanda jarang
ada orang bermain disini, aku dan teman-temanku baru sekali melihat bekas galian
pasir itu sungguh sangat memilukan bekasnya menyisakan kerusakan, bentuk danau
sekarang jadi berubah tidak seperti dulu.
"serem bil"
"iya kok sekarang tempat ini jadi angker gini" aku sedikit ciut saat melihat suasana danau yang sepi dan dikelilingi semak belukar.
"kita pulang aja ah!"
"iya aku takut.. ayo!" kami urungkan niat kami untuk memancing disana, dalam pikiranku jika terjadi apa-apa pada kami berdua kayaknya mustahil ada yang menolong, karena saat itu tak kulihat satu orangpun disana. kamipun langsung bergegas pergi....
"serem bil"
"iya kok sekarang tempat ini jadi angker gini" aku sedikit ciut saat melihat suasana danau yang sepi dan dikelilingi semak belukar.
"kita pulang aja ah!"
"iya aku takut.. ayo!" kami urungkan niat kami untuk memancing disana, dalam pikiranku jika terjadi apa-apa pada kami berdua kayaknya mustahil ada yang menolong, karena saat itu tak kulihat satu orangpun disana. kamipun langsung bergegas pergi....
copas situsvirus008



0 komentar:
Posting Komentar